persimpangan: saat harus memilih

Dalam menghadapi pilihan, begitu banyak keputusan yang kita buat dalam hidup kita. Kadang yang kita hadapi adalah masalah yang sepele yang biasa kita temui sehari-hari seperti misalnya mau mandi sekarang atau sepuluh menit lagi, yang lalu ditunda lagi sampai satu jam kemudian (ini mah saya, hahaha :p). Namun dalam hidup kita juga pasti akan dihadapkan pada pilhan yang sulit, misalnya memilih sekolah setelah lulus SMA.

Waktu lulus SMP, sepertinya tidak begitu peduli mau masuk ke SMA mana. Tapi begitu lulus SMA, pilihan kita selanjutnya sedikit banyak akan mempengaruhi masa depan kita.

Seperti kata teman-teman, saya mungkin memang sedikit agak aneh. Ketika anak-anak lain ingin menjadi dokter atau polisi atau presiden, saya ingin menjadi nakhoda. Ketika tidak diperbolehkan emak mendaftar ke sekolah pelayaran (karena katanya jurusan pelayaran gak ada ceweknya), saya memilih mengikuti seleksi PMDK jurusan teknik perkapalan undip. Saya sadari kemampuan fisika saya pas-pasan, bahkan angka 6 menghiasi ijazah SMA saya haha. Tapi keinginan saya mencintai kapal mengalahkan ketakutan saya kepada fisika. Dan syukur alhamdulillah saya diterima di jurusan yang saya idam-idamkan tersebut.

Satu hari setelah ospek jurusan, saya mendapat kabar dari seorang teman bahwa saya juga diterima di DIII Akuntansi STAN. Entah kenapa pada saat itu saya tidak merasa senang, justru saya merasa sedih. Mungkin karena waktu mendaftar saya nggak niat-niat banget, hanya karena disuruh emak dan ikut2an teman2. Selain itu saya juga nggak berminat dengan akuntansi/ekonomi dan prospek menjadi PNS, karena saya sudah mempunyai cita-cita sendiri.

Terlihat sekali bahwa orangtua saya sangat senang dan bangga terhadap saya, padahal di sisi lain saya benar-benar tidak ingin pindah ke STAN. Semua yang saya miliki ada di sini. Dekat dengan keluarga, teman dan sahabat, dan saya sudah terlanjur mencintai lingkungan dan teman-teman baru saya di undip.

Setelah diskusi alot disertai pertengkaran dan airmata emak dan saya (haha), akhirnya dengan terpaksa saya mau kuliah di stan demi orangtua saya. Dan sungguh, masa-masa awal saya disana, saya membenci semuanya. Saya benci kampusnya, pelajarannya, lingkungannya, ospeknya, birokrasinya. Yang membuat saya bertahan adalah orangtua saya dan dukungan dari teman-teman baru yang saya dapat di sana. Saya tidak pernah berhenti berharap bahwa ini hanya percobaan, dan saya akan kembali ke undip lagi. Terlebih jika melihat berita teman-teman lewat facebook. Sungguh kadang saya merasa muak dan ingin kembali.

Namun karena telah terbiasa, toh akhirnya saya mulai mencintai kampus saya itu. Saya memiliki banyak sahabat baru, berpetualang  ke tempat2 yang mungkin tidak akan saya kenal jika saya masih di semarang, dan bertemu si jelek. Kadang saya masih berandai-andai, bagaimana kalau saya tidak memilih untuk pindah kemari. Akan jadi seperti apa saya jika di sana? Aktivis kah? Bisakah saya berprestasi seperti sahabat saya si Nurma hingga menjadi duta Indonesia ke Korea? Hahaha.. penasaran sekali rasanya. Tapi ya sudahlah, mungkin bukan jalan saya di sana.

Setelah wisuda saya ditempatkan di Kementerian Keuangan. Oktober wisuda, November langsung kerja. Amazing. Saya mulai bersyukur. Diantara begitu banyaknya lulusan pendidikan tinggi yang menganggur, saya langsung mendapat pekerjaan dalam waktu kurang dari satu bulan.

Sekarang dilema memilih sekolah tengah dialami adik saya. Tanggal 17 kemarin dia menerima kabar bahwa ia tidak diterima dalam program SNMPTN jalur undangan (kayaknya dulu namanya PMDK). Kebetulan tahun ini USM STAN juga lebih sulit karena harus melewati beberapa tahap. Sedangkan jurusan yang ia inginkan di universitas swasta biayanya bisa dibilang tidak sedikit. Hal ini membuat saya berpikir, betapa enaknya dulu saya kuliah tanpa membayar sepeser pun, dan betapa tidak bersyukurnya saya diterima di kampus yang banyak diminati (tahun 2007 pendaftar mencapai  125ribu orang, yang diterima hanya 2ribuan).

Saya bersyukur sekarang saya tidak menggantungkan finansial saya kepada orangtua lagi, bahkan saya memiliki penghasilan yang bisa saya gunakan untuk membantu biaya sekolah adik saya. Kalau di pikir2, mengapa saya harus mengambil keputusan sekolah di stan dulu, inilah maksud akhirnya. Mungkin keadaannya akan berbeda jika saya masih di undip. Mungkin jika keputusan yang saya ambil adalah tetap di sana, saat ini saya belum bisa seperti ini, bisa saat keluarga membutuhkan bantuan saya. Sekarang Dan sekarang saya tidak menyesali keputusan saya mematuhi orangtua saya, terlebih keinginan emak saya, because mothers know best, hehehe…

Mungkin anda sekalian pernah menghadapi situasi kepada saya. Tapi saya yakin, setiap apa yang kita pilih, sudah ditentukan jalannya oleh Yang Diatas. Kita tidak akan pernah tau apa yang ada diujung jalan yang kita pilih. Tapi begitu merasakannya, seperti saya sekarang, maka akan muncul pikiran “syukur ya, dulu saya memilih ini” atau mungkin “seandainya saja dulu saya tidak memilih ini”. Tapi yakinlah bahwa Allah tau yang terbaik bagi kita. Bahkan ketika pilihan itu kita rasa salah, pasti ada maksud yang baik di baliknya.

Ya sudah deh sampai di sini saja. Maaf kalau terlalu panjang dan masih berantakan, maklum masih belajar hehehe…

Saran saya, saat menghadapi pilihan yang sulit, diskusikanlah dengan keluarga dan orang-orang terdekat anda. Dengarkan pendapat orangtua, karena mereka tau yang terbaik.

Semoga kita semua sukses dengan pilihan-pilihan kita 😀

Advertisements

8 thoughts on “persimpangan: saat harus memilih

      • Hahaha,,,
        Prinsip saya, jangan pernah menyesali keputusan yang telah diambil..
        sama halnya dengan jangan pernah menyesali barang yang sudah dibeli..

  1. Seorang muslim sangat yakin dan tidak ada keraguan sedikit pun bahwa yang mengatur segala urusan adalah Allah. Dialah yang menakdirkan dan menentukan segala sesuatu sesuai yang Dia kehendaki pada hamba-Nya.

    🙂

    • betul bung, dan saya yakin di setiap apa yang kita pilih Allah memang telah menyiapkan maksudnya sendiri untuk kita, yang pada awalnya memang tidak kita ketahui maksudnya
      SEMANGAT (^_^)9

  2. sekedar numpang iklan, kalo pada butuh baju batik bisa hubungi saya, ada batik tulis dan batik cap, monggo dipilih hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s