saat jarak memisahkan

*Ngambil judul lagunya Cokelat dan kayaknya agak nggak nyambung sama tulisannya

Gimana Lombok? Bagus ya?

Enak gak disana? Kotanya rame? Ada mall gak?

Kira2 begitu rata2 pertanyaan teman2 dan saudara2 kepada saya, dan selalu saya usahakan untuk dijawab dengan kalimat2 positif.

Lombok bagus banget, banyak pantai.

Enak disini rame kok. Selong gak ada mall sih, tapi di mataram ada deket cuma sejam.

Tapi entah kenapa hati tetap saja meringis pedih. Betapa senangnya kalau pulau yang indah ini dapat saya jelajahi bersama kawan2 atau keluarga. Sayang sekali mereka berada nun jauh di jawa sana hahaha…

Gimana rasanya penempatan di Lombok?

Mengutip perkataan teman saya si Muhammad Nuruddin, rasanya flat. Dapet Lombok? Seneng. Pisahan sama temen2 dan keluarga? Sedih. Ya begitulah. Hal yang tidak saya sukai dari penempatan adalah jauh dari orang2 yang saya sayangi. Selama ini saya berusaha menguatkan diri sendiri dengan pernyataan yang pernah saya dengar “Kalo nggak berani keluar dari comfort zone, kamu nggak akan sukses”. Tapi memang, berat sekali rasanya. Seperti, hmmm…. Patah hati. Hahaha…

Disini saya tidak sendiri, ada teman saya si Nini yang kebetulan baru masuk 4 hari langsung ijin pulang untuk menikah. Dan kalau nantinya dia ikut suami, jadilah saya bengong menjadi satu-satunya pelaksana cewek yang cantik dan imut di kantor ini. Hwawawawawa… Sekarang ini masih bingung, saya belum punya teman cerita, teman iseng, teman menggila, teman curhat. Pengen pulang juga nggak bisa. Paling mentok ya telepon sama sms. Mau skype-an sama si jelek, ternyata disini gak ke cover EVDO-nya sm*rt jadi modem saya tiada berguna. Hahaha *ketawa miris*

Dan setelah hampir 3 minggu saya meninggalkan jawa, salah satu hal yang bisa saya pelajari adalah “Jarak bisa dibeli dengan uang”.  Hal ini terlintas di pikiran saya ketika saya browsing mencari tiket pesawat untuk mudik lebaran. Mataram-Semarang harganya sekitar 1,5 juta. Berarti PP 3 juta. Kalau waktu kuliah itu bisa buat bayar kosan saya 9 bulan hehehe…Sayangnya penghasilan saya tidak memadai untuk terlalu sering “membeli” jarak itu. Memang biaya hidup di sini tidak terlalu mahal, standarnya sama dengan Jakarta. Namun dari Jakarta ke semarang 35ribu pun bisa pulang. Sedangkan dari sini? Ohmai… Mendengar cerita dari bapak kepala seksi di kantor saya yang bisa pulang ke jawa dua minggu sekali, senangnyaaaa….

Anyway, bagaimana pun keadaannya, saya tetap bersyukur karena tempat saya ini terhitung masih dekat dengan jawa dibandingkan beberapa teman2 seperjuangan lainnya yang menyebar ke penjuru tanah air. Dan saya yakin, di sini nanti saya akan menemukan feel (ceilah) dengan teman2 keluarga besar KPPN Selong, atau masyarakat setempat, atau yang lain lah. Pokoknya saya yakin, waktu saya meninggalkan kota ini 2 tahun lagi nanti (amiiinnn), saya sudah menganggap kota ini rumah saya, seperti layaknya Jakarta bagi saya sekarang.

Bukan waktunya untuk mengeluh, karena seperti kata si jelek “ngeluh itu percuma, tetep aja nggak bisa pulang” hahaha… mendingan saya mengambil motto KPPN Selong:

“Melayani dengan Ikhlas”

Dan menjadikan diri saya bermanfaat di sini. Suatu saat saya akan kembali ke Jawa. Tunggu 2 tahun lagi (amiiiiiiinnnnnnnnn) hahaha…

SEMANGAAAAAAAATTTTTTTT….!!!!

Advertisements

18 thoughts on “saat jarak memisahkan

  1. chachuuu…semangat ya…
    yach seperti itulah yang aku alami jg..ketika ‘jarak memisahkan’
    hehe
    tapi insyaAlloh akan indah pada waktunya nanti..
    sabar sawetoro chuu…
    hihi
    begitulah pesan si mas..
    ^^

  2. Oalah..kamu di luar jawa to sa *baru tau* Pasti nanti dapat penglaman keren yang g semua orang bisa ngalamin yaa 😀 Semangat! Keep updating ya…biar kita yg belum pernah ke sana tahu gambaran di sana juga 😉 Semangat Semangatt!

  3. iya dong, lombok emang bagus banget… hehe.. Udah sempatin diri ke Senggigi?
    Salam kenal ya :))
    Kebetulan saya orang sana.. tapi sekarang sedang tidak tinggal disana 😀
    Sampai kapan neh tinggal di Lombok?

  4. Senang skali bisa menemukan blog ini, kbetulan nti sy mau ikut tugas suami di lombok awalnya kami sempat sedih,,knp hrs lombok?? Coz kel smua di jkt,,sist, bisa sharing Йƍƍαƙ kira2 lokasi perumahan Ɣαπƍ strategis dmn ўα ? Kantor suami di jl pejanggik, skolah ank sy rencana di mataram jl majapahit klo Йƍƍαƙ salah,,kira2 perumahan mana ўα Ɣαπƍ enak dan strategis Йƍƍαƙ jauh2 amat dr pusat kota,,rencana kmi akan ngontrak disana,,makasih yah sist,,

    • nggak papa kak, di Lombok asik kok.. ntar sering2 pelesir ke pantai aja sama keluarganya hehehehe…
      Kalo masalah kontrakan di Mataram saya kurang hafal daerahnya sih soalya saya tinggal di Lombok Timur. Tapi temen2 saya ada yang ngontrak di daerah kekalik, itu dari jalan majapahit masuk gang. deket kok. Ada juga yang di ampenan. Sekitar 7-12 juta setahun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s