Bitter Sweet Symphony

Selong sedang musim hujan. dan hujan, selain membuat kita (saya deng) ingin makan indomi rebus pake telur, juga membuat metal – mellow total. Tapi entah kenapa saya nggak mellow dan nggak galau. Sepertinya penemuan saya tentang resep anti galau sudah berhasil, hahahaha. Mau tahu caranya? Tapi tolong jangan kasih tahu siapa-siapa karena ini akan saya patenkan. Sudah siap mendengar penemuan besar abad ini? Inilah dia resep anti galau:

Cobalah Untuk Tidak Galau. Mungkin awalnya susah. Tapi Lama-lama akan terbiasa dan jadi tidak galau lagi.

Trust me, it works! Asal anda mau berusaha.

Hmmmm…. Sebenarnya banyak banget yang mau saya keluhkan tentang pekerjaan, tentang hidup, tentang ketidakadilan, dendam dan angkara murka yang terjadi di sekitar saya. Tapi apa daya saya malu sama diri saya sendiri kalau saya mengeluh. Karena seperti kata si jelek, eh si ganteng maksudnya (takut dibaca, soalnya dia follow blog ini sekarang *merasa terpantau*), “mengeluh tidak mengubah keadaan”. Well, sedahsyat apapun resep anti galau yang telah saya ciptakan, sebagai manusia biasa yang tak sempurna dan kadang salah, saya pun juga kadang2 resah (habis galau terbitlah resah, yeah!).

Kemudian kemarin sore ketika tumpukan SPM sudah saya proses dan surat-surat retur, ralat, SKPP dan segala macam sampah dokumen lainnya sudah saya kirim dan arsipkan, saya duduk bersila di depan komputer dengan latar langit selong yang mendung dan dinginnya suhu ruangan Pencairan Dana yang ber-AC, dan melakukan ritual suci para pegawai kantoran, yaitu chatting di gtalk.menurut saya chatting adalah hal yang berguna. Selain untuk menyambung silaturahmi dan menghilangkan rasa bosan, chatting juga bermanfaat untuk meredakan atau menambah keresahan, tergantung dari lawan chatting anda dan topik pembicaraan anda.

Kebetulan beberapa saat sebelumnya ada kabar bahwa orang dari kantor pusat dari direktorat bunga (bukan nama sebenarnya) akan mengadakan sosialisasi tentang anu (bukan hal sebenarnya). Nah waktu chatting itu saya lihat seorang senior dari Direktorat Bunga sedang online dan saya pun tidak sengaja menuangkan keresahan saya. Percakapan dibawah ini telah dialihbahasakan menjadi bahasa manusia modern *aslinya bahasa sansekerta*

selong : Hoi, ikut DL ke Mataram nggak?
jakarta : enggak, dananya udah habis, kayaknya bagiannya subdit mawar yang lagi DL.
selong : yah, sayang. padahal saya pengen ketemu manusia.
jakarta : asem, kenapa harus nyebut spesies? emangnya saya meragukan kah untuk diklasifikasikan dalam spesies manusia?
selong : hahahaha
selong : maksudnya pengen ketemu manusia yang saya kenal sebelum saya penempatan pindah ke sini. huhuhuhu T____T
jakarta : it’s the bitter part that makes sweets taste good 😀

Setelah itu saya dapat email dari kantor pusat bertuliskan “nek kowe ra seneng lagu iki berarti kowe ra normal” dan attachment lagunya The Verve, Bitter Sweet Symphony.

Dari situ ketahuan ya, apa sebenarnya keresahan saya hahaha. Sebenarnya sih simpel. Pekerjaan yang volumenya semakin tinggi di akhir tahun ini (dan mengakibatkan semakin tingginya volume suara di headset saya pertanda saya sedang belagak budeg yang artinya “jangan ganggu!”) membuat saya eneg. Kemanapun kaki melangkah saya dibayang2i SPM, retur, ralat akun, pagu minus, DIPA, karpeg polri yang malesin dan wajah mas2 satker ganteng yang kemarin saya kerjain biar lama2 di FO tapi pada pandangan kedua jadi keliatan nggak begitu ganteng hahaha (ampuni saya mas pacar!). Bahkan saat saya tidur pun saya mimpi dikejar2 Leonardo Dicaprio  SP2D. Saya sedang bosen sama kerjaan. Saya cuma rindu masa-masa di mana saya dekat dengan teman-teman saya  dan orang-orang yang saya sayangi sehingga ketika saya butuh, dengan mudah saya dapat menemui mereka. Intinya, orang-orang yang saya kenal tanpa saya harus mengingat pekerjaan kalau saya ketemu dia. Right now, I miss them so bad that a little chance to meet one of them makes me happy.

Ah begitulah. Bukannya saya mau mengeluh disini (bagian mengeluhnya kan sudah dikasih font putih biar nggak kebaca hahaha). Bahkan saya nggak mellow dan nggak bete kok. Cuma mau cerita kalau  lagi2 saya disadarkan oleh orang yang tidak terduga dengan cara yang tidak terduga pula.

Cause it’s a bitter sweet symphony this life.

Kalau saya nggak jauh begini, mungkin pertemuan saya dengan pacar, dengan teman, dengan orangtua menjadi tidak sespesial seperti ini. tidak akan diiringi dengan tangis mengharu biru. Karena pahitnya rindu yang saya tahan-tahan karena kendala geografis dan finansial ini, setiap pertemuan menjadi suatu “sweet moment that i’ll always treasure”.

Selalu ada yang bisa saya syukuri dalam kehidupan saya setiap hari. Selalu ada yang bisa membuat saya tersenyum setiap hari. Gerakan anti galau saya telah saya tegakkan. SPM setumpuk? HAJAR BLEEEEEEHHHH…!!!!

Ni saya kasih bonus soundtrack of the week saya, Bitter Sweet Symphony by The Verve. Enjoy..

Advertisements

10 thoughts on “Bitter Sweet Symphony

  1. amit-amit banget deh ini akhir taun chu… gak sempet apdet tulisan.. banyak ide padahal..
    dan kayaknya sebagian besar idenya udah ada di tulisanmu. Yah typical keluhan akhir taun lah ya..
    ini rasanya pengen nari balet di kantor.. 😀
    yok ah semangat!! Kita kan keren…

    • hahahaha bener ki, akhir tahun ini sungguh terlalu hahaha.
      kalau saya rasanya pengen nari kuda lumping di lobby front office (kemaren udah kelepasan nyanyi dangdut keras2 di jangkauan pendengaran satker huhuhu).
      menanti tulisanmu ki, semangat!!!! kita memang keren 😛

  2. kayanya saya tau mas2 anu itu.
    mas yang suka nyenyong bareng kita itu bukan?
    hihihihi..

    sabar ya chacu sayang..
    kan januari udah ada rencana pre honeymoon bareng ayank..
    hihihi..
    *jadi ngiri*

  3. hohoho.. tetep kebaca tulisan font putihnya, kan aku blok cha. hahahha

    ngerti banget perasaanmu say,, akhir tahun ini sukses bikin galau, sampe2 akhirnya kemarin pun curhat galau lagi di dunia pagi.. entah kenapa desember ini kangennya sukses ke ubun2.. pingin ketemu manusia, manusia yang dikenal sebelum penempatan, including you beibeh 😉
    sampe sekarang pun ga ketahuan alesannya kenapa, mungkin hanya jenuh dan bosan, need a lil’ sweet escape

    • ameeeeelllll, bener mel kalimatmu yang terakhir ni
      “mungkin hanya jenuh dan bosan, need a lil’ sweet escape”
      begitulah yang saya rasakan. toss dulu teman..
      *highfive*
      semangaaaat!!!

      eh itu biar ga kebaca secara langsung maksudnya wahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s