berapa kali ke GWK

Pingin posting, tapi bingung mau ngepost apa, hehehe…

Baiklah saya mau menceritakan sedikit tentang liburan kemarin saja. Ya, saya pergi ke Bali, dan salah satu tempat wisata yang saya kunjungi adalah Garuda Wisnu Kencana Cultural Park. Ini adalah kali ketiga saya mengunjungi GWK. Yang pertama waktu piknik SMA dan kedua waktu prajab bulan Juni tahun lalu. Oke, saya memang lebih hapal jalan daripada si Kecut, saya tahu kalau Uluwatu, Dreamland dan GWK itu letaknya sejalan dan berurutan. Tetapi jujur, waktu bareng sama teman prajab, selepas dari Dreamland saya ketiduran dan tahu2 sudah sampai di loket GWK. Jadi yah, saya tidak tahu jalan masuknya ke GWK hehehehe…

tanda masuk yang menghilang misterius

Berhubung saya adalah navigator yang sotoy, dari pertigaan pom bensin Universitas Udayana, dengan mantap saya bilang ke kecut, belok kanan (kalau ke Uluwatu dan Dreamland belok kiri). Dan hasilnya adalah, kami muter lagi ke Jimbaran hahaha… Akhirnya saya menyerah dan menyerahkan tugas mencari jalan pada GPS. Ternyata yah, seharusnya kami tadi belok kiri. Tapi hari sebelumnya waktu kami main ke Dreamland, kami tidak menemukan tanda-tanda adanya GWK di sepanjang jalan. Setelah ketemu berkat si pintar GPS, kami berdua sama-sama heran kok bisa kelewatan kemarin padahal jelas banget. Saya bahkan sudah melihat tanda masuknya, tapi saya kira itu jalan masuk ke perumahan hahahaha, bodohnya. Habisan tulisan GWK-nya putih sih, susah terbaca. Kemarin yang kebaca Cultural Parknya doang *alasan*.

Di kesempatan ini, saya yang tadinya nggak excited amat berkunjung kesini (patungnya masih sama sih, haha), jadi semangat karena ternyata GWK itu nggak cuma Plaza Wisnu aja. Selepas membeli tiket yang lumayan mahal (25K per orang), si Kecut melihat tebing2 yang kayaknya bagus buat difoto di kanan jalan pas tanjakan mau ke parkiran. Karena penasaran, dia membelokkan Budi ke sana. Tak dinyana ternyata disitu ada patung tangannya Wisnu. Pantas saja patung Dewa Wisnu tangannya masih buntung, ternyata ngumpet disini. Saya baru tahu ini kalau ada patung tangan tersembunyi disini.

tangan wisnu

Setelah puas berfoto ria, kami lanjut ke parkiran. Sayangnya disini nggak ada tempat penitipan barang, padahal kami bawa tas gede2. Begitu masuk, hal pertama yang kami lakukan adalah makan, soalnya waktu itu sudah jam 4an sore dan kami belum sarapan. Setelah makan (fyi es cendolnya enak lho) dan leyeh2 sambil numpang ngecharge batere kamera, kami berencana ke Plaza Wisnu. Lewat dari tempat makan, kami menoleh ke kanan. Ternyata ada semacam lapangan tempat rombongan anak SMA lagi pada nongkrong dan mainan apa-sih-itu-namanya-yang-mirip-otopet-tapi-rodanya-gede-dan-sebelahan, letaknya dibawah Plaza Garuda. Tempat itu namanya Lotus Pond, mungkin karena ada kolam teratainya. Saya dan Kecut langsung jatuh cinta sama tempat itu. Bagus banget sih, bentuknya berpetak2 dengan rumput hijau, ada tebing2nya. Jadi pengen ntar pas nikahan resepsinya outdoor wedding disini 😛

poto sama 5 tas dalam 1 motor keliling Bali
rumputnya bikin pengen koprol
background-nya lotus pond

Sebenarnya si Kecut pengen ke Plaza Garuda, tapi saya ajakin dia langsung ke amphitheater untuk nonton kecak. Pada kunjungan saya yang pertama, kecaknya udah bubar karena kami datang malam. Di kunjungan kedua saya nggak dapat tempat karena udah penuh, dan cuma nonton sekitar 5 menit dari sela2 kepala orang2 yang berdiri. Kali ini saya datang sebelum acara mulai, jadi dapat tempat yang pewe dan view-nya bagus. Oya, tari kecak ini ada setiap hari di amphitheater GWK setiap pukul 18.00 dengan tema yang berbeda-beda setiap harinya. Yang saya tonton kali ini adalah tentang Gajahmada. Tariannya bagus sih, cuma jalan ceritanya kurang ngerti karena pakai bahasa Bali, hihihihi. Lamanya pertunjukan kira2 1 jam. Overall, bagus dan  menghibur. Setelah itu kami mau nonton film dokumenter pembuatan patung GWK, sayangnya pemutaran terakhir jam 5. Buka kartu lagi, saya juga baru tau kalau ada pemutaran film gini hahahaha… Turis macam apa saya kemarin2 😀

pembukaan
kayaknya itu gebetannya Gajahmada
penari kecak

Akhirnyaaaaa, kami pun beranjak ke Plaza Wisnu. Mau foto2, tapi kebarengan banyak rombongan. Saya dan Kecut pun menyewa teropong untuk melihat pemandangan. Bukan menyewa ding, tapi membeli koin. 1 koin harganya 5000, bisa untuk 2 menit. Karena GWK adalah tempat tertinggi di Bali  selatan (itu tuh di ekornya Pulau Bali), jadi kita bisa melihat pemandangan di badannya Bali. Di sebelah kiri ada bandara, Kuta, dan Jimbaran. Di kanan ada kawasan Nusa Dua dan Benoa. Katanya kalau siang hari dan cuaca cerah, kita bisa melihat Jawa. Di Bale Bengong, kita bisa melihat replika patung GWK yang sudah jadi. Sewaktu saya tanya kenapa nggak dijadiin dari dulu (dari saya kesini tahun 2006 nggak berubah), katanya kurang dananya. Hmmmm… Saya lupa berapa persisnya tinggi patung GWK ini kalau sudah jadi nanti, katanya bakal lebih tinggi dari Patung Liberty di NY sono, bahkan bakal menjadi patung tertinggi di dunia. Bahannya terbuat dari tembaga, perupanya orang Bali yang tinggal di Bandung (Again, namanya lupa. Maklum yah, bukan study tour, jadi nggak bikin catatan hahaha). Oh ini saya cari di oom gugel nemu link ini, yang buat patung namanya Nyoman Nuarta. Dan patungnya direncanakan memiliki tinggi 146 meter di permukaan tanah dan 283 meter di atas permukaan laut (dpl), maka akan terlihat dari radius pandang sekitar 20 km. Kalau saya lihat di replikanya sih, bagian tertingginya bukan kepala Wisnu, tetapi masih ada semacam sayapnya begitu.

kecut dan wisnu

Dari Plaza Wisnu niatnya kami akan lanjut turun lewat tangga kecil langsung ke Plaza Garuda. Ternyata lampunya Plaza Garuda mati, sumpah serem banget. Kata petugasnya “mohon dimaklumi ya” hehehehe… Si Kecut kayaknya kecewa gara2 saya, sore tadi belum sempet foto2 di patung Garuda dan sekarang malah mati lampu. Maaf yaaaa…

Tempat wisata kalau sepi itu serem juga ternyata. Kami pulang setelah rombongan2 pada pulang dan hampir jadi pengunjung terakhir. Atau memang pengunjung terakhir ya? Pokoknya kalau sudah malam dan sepi, tempat wisata itu sereeeem hahahaha… Jadi kesimpulannya, walaupun waktu itu saya sudah kali ketiga saya ke GWK, tetapi bagi saya justru berasa pertama kali karena saya lebih bisa mengeksplorasi tempat2 yang sebelumnya kelewatan. Yah, kelemahan wisata rombongan memang menyesuaikan waktunya sih ya, hehehe…

Cheers 😛

nb: pakai tema ini kalau fotonya nggak pakai caption jadi nggak bisa center, heran deh o__O

Advertisements

7 thoughts on “berapa kali ke GWK

  1. temanya baru ya neng?
    baru nyadar aku..

    waaaah,senangnya yang pacaraaan..
    ntar aku ajak mas ndud aja ah..
    hihihi
    *ngiri mode on*


    chachu:
    jyah katanya sekarang sering ke Jakarta? aku dong yang ngiri hahaha
    mau jalan2 kemana neng?

  2. Waah,. yang jalan2 serunya ih.. pengen deh kapan2 bertualang gitu berdua, ngebolang ga juntrungan.. haha


    chachu:
    iya mel, itu seninya, bisa kemanapun dan berapa lama pun semau kita hehehehe…

  3. Wah~ liburan, enaknya
    pengen banget liburan tapi sayangnya belum bisa ambil cuti
    😥


    chachu:
    kenapa nggak bisa cuti? itu juga saya nyolong2 cuti 4 hari, bosen kerja terus hahaha 😛

  4. setau aku gajahmada gak punya gebetan, yang ada malah istrinya yang cantik banget diembat hayam wuruk,haha

    chachu:
    iya ya? hahahaha, maap deh nggak ngerti juga saya ceritanya gimana hehehe
    soalnya kayaknya itu cerita gajahmada mau menaklukan Bali (kalau nggak salah sih) 🙂

  5. itu tangan gede ya 😮
    tangannya aja udah segitu, gimana idungnya ya ? ._.
    moga nanti kesampaian deh gue libur ke sana 😀

    chachu:
    kayaknya sih buat ngupil si patung masih bisa hehehehe
    amiiin, moga2 kesampaian deh 😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s