wake up wake up

Tik… Tik… Tik…. Tik….

Seberapa berharganya kah setiap detik bagi kehidupan?

time's running out

Kadang saya tidak menyadari betapa cepat waktu berlalu. Rasanya baru kemarin saya terperangkap di tubuh seorang cewek SMA tomboy dengan style jins gombrong, kaos oblong dan topi biru yang suka kebut-kebutan naik motor dan punya impian besar menjelajahi dunia. Dan sekarang cewek tomboy itu telah berevolusi menjadi office lady berjilbab yang duduk sepanjang hari di depan computer menghadapi setumpuk dokumen Negara dan belajar menjahit di malam hari. Nah lo…

Pernah suatu hari saat kuliah tingkat 2, saya mengobrol dengan seorang teman sampai akhirnya kami menuju satu kesimpulan bahwa kampus kami mematikan kreatifitas mahasiswanya. Yah walaupun tidak mutlak begitu, tetapi dalam kegiatan kemahasiswaan yaaaa begitu2 saja. Proker-proker elemen kampus isinya kurang lebih sama dengan tahun2 sebelumnya. Kalau ada satu-dua orang yang membuat terobosan baru, kadang dimentahkan begitu saja. Kegiatan mahasiswanya setiap hari juga gitu2 aja. Kuliah, pulang, rapat, pacaran, hehehe… Kalau yang paling parah menurut saya adalah, bagaimana kampus membentuk pola pikir mahasiswanya. Karena sudah dipastikan semua lulusan bakalan mendapat pekerjaan, motivasi untuk berprestasi jadi berkurang. Okelah tidak semua mahasiswa begitu. Tetapi karena ada jaminan pekerjaan itulah, tugas utama si mahasiswa adalah “lulus, dan jangan sampai DO, nggak usah kejar IP”, simple kan? Walaupun usaha untuk tidak DO juga  perlu usaha karena peraturan di kampus kami amatlah ketat. Setelah lulus, penempatan enak, tugasnya tinggal cari pasangan hidup. Begitulah mahasiswa kampus kami menurut pandangan saya. Tak heran begitu yudisium, sudah ada pasangan2 yang langsung menikah, dan yang belum pasti dihantui pertanyaan2 “kapan nyusul?” yang lama-lama jadi annoying. Kenapa begitu? Karena kami sudah dapat pekerjaan yang pasti dan terjamin.

Mungkin ada beberapa teman saya yang tidak terpaku pada pandangan mayoritas anak kampus dan selalu berpikir out of the box, seperti contohnya si yepe yang sukses jadi pengusaha. Kalau mau contoh artis terkenal, sebutlah Helmi Yahya dan Edwin Manangsang. Mereka-mereka adalah contoh orang-orang yang berhasil keluar dari tempurung dan mengejar impian mereka. Selain yang memang bermimpi menjadi pejabat tentunya.

Jujur saja, saat ini pekerjaan saya yang bisa dibilang bagus ini bukanlah hal yang ingin saya capai dalam hidup saya. Saya tidak menyalahkan orangtua saya yang meminta saya untuk bersekolah disana karena saya yakin mereka berharap yang terbaik bagi saya. Tapi kalau bukan panggilan hati, susah juga sih ya untuk menjalani pekerjaan yang tidak kita inginkan. Istilahnya, your job is not your career. Saya salut kepada orang-orang yang sejak usia muda telah sukses mengembangkan minat mereka dan bekerja sesuai dengan impian mereka. Sering saya berpikir, umur saya sudah 22 tahun, tapi apa sih yang sudah saya lakukan? Setidaknya untuk diri saya sendiri? Keluar dari comfort zone memang susah, tapi ada kok orang-orang yang bisa dan sukses. Mengapa saya tidak? Kapan saya akan mulai bertindak? Kalau kata si yepe yang penting action, jangan kubur impianmu hanya di dalam pikiran, action, action, action. Tapi memang langkah pertama itu luar biasa berat.

Hmmmm…. Rasanya baru kemarin saya bermain dengan teman-teman saya, kabur ke Atrium pas jam istirahat, nonton pacar main bola di Kuningan. Ternyata tanpa terasa sudah delapan bulan berlalu sejak saya pindah ke Lombok. Dan lagi, saya belum melakukan apapun. Seorang senior  pernah memberi pesan kepada saya, kalau ingin menjadi pengusaha, jangan terjebak dengan rutinitas kantor, karena rutinitas akan menhabiskan waktumu dengan cepat. Dan ternyata pesan itu benar sekali!!!

So now it’s time to stop talking and take my big first step to my big dreams, because our time is running out. Semangaaaaatttt….!!!! 😀

action now

sumber gambar disini dan disini

Advertisements

8 thoughts on “wake up wake up

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s