A Million Stars Falling From The Sky

the smile has left your eyes

Mau buru2 nulis biar momennya gak ilang 😛

Saya bukan orang yang terlalu suka nonton drama Asia. Tadinya saya cuma suka nonton Meteor Garden, Mars, Putri Huan Zhu, dan H2 saja. Waktu penempatan, saya ngopi satu folder berjudul “movie” dari harddisk milik teman, tanpa melihat isinya. Ternyata, isinya dorama semua. Semula sih males nonton, tapi karena di rantau modem saya tiada guna dan kurang hiburan, akhirnya saya nonton satu per satu, tapi saya pilih yang ceritanya lucu2 aja. Soalnya saya agak males nonton drama yang ceritanya menye-menye penuh tangisan dan airmata hehehe… Metode saya nonton di mulai dari folder paling atas urut ke bawah. Biasanya sih episode 1 saya tonton loncat2 dulu, kalo ga ada lucunya, saya nggak nonton. Pidah ke drama selanjutnya, begitu. Sampai akhirnya kayaknya yang lucu2 sudah habis, baru saya tonton deh yang paling atas, setelah setahun lebih ngendon tak tersentuh di harddisk. Judulnya “A Million Stars Falling From The Sky” atau versi Jepang-nya Sora Kara Furu Ichioku no Hoshi – the smile has left your eyes. Awalnya sih males2an nontonnya. Tapi begitu liat pemain cowoknya cakep (si Kimura Takuya), jadi agak nggak males. Walaupun episode 1 ceritanya agak males karena alurnya lambat dan nggak tau mau mengarah kemana. Tapi lama2 ceritanya semakin intens dan menarik, jadi pengen cepet2 nonton episode selanjutnya.

Drama ini bergenre misteri, thriller dan romance. Berhubung saya suka sama karakter cowok yang misterius dan sedikit berbahaya seperti Patch di novel Hush Hush, atau Ling di serial Mars, saya langsung jatuh cinta sama karakter Katase Ryo yang diperankan oleh Kimutaku ini. Karakter Ryo digambarkan sebagai cowok cool dan misterius yang mempunyai banyak hubungan dengan banyak wanita. Dia juga mempunyai daya ingat yang luar biasa. Hanya dalam sekali pandang, dia bisa mengurutkan sesuatu dengan benar. Ceritanya berawal dari sebuah kasus pembunuhan terhadap seorang mahasiswi kaya, yang disamarkan oleh tersangkanya seolah2 seperti tindakan bunuh diri dengan melompat dari balkon apartemen. Detektif Dojima Kanzo yang mengenal Ryo dari sebuah insiden kecil di kapal pesiar saat ulang tahun putri pengusaha kaya Nishihara Miwa dan pertemuan2 berikutnya di sebuah kedai makan, mencurigai Ryo sebagai tersangka. Bagi Kanzo, segala sesuatu tentang Ryo menimbulkan perasaan tidak nyaman pada dirinya (tapi bukan maho, tenang aja). Kanzo menyimpulkan bahwa Ryo adalah “setan” yang sanggup memanipulasi dan menjadikan pacar2nya melakukan apa yang dia kehendaki, bahkan membunuh orang lain. Kecurigaannya semakin menguat saat Nishihara Miwa bunuh diri. Cerita semakin kompleks saat Ryo dekat dengan adik Kanzo, Dojima Yuko yang cantik dan baik. Saat bersama Yuko, Ryo merasakan perasaan yang tidak pernah dia rasakan pada orang lain. Seolah-olah devil yang tidak punya perasaan ini jatuh cinta pada malaikat. Semakin lama, misteri tentang tragedi masa lalu Ryo yang terlupakan pun semakin terkuak. Pas nonton drama ini, kebiasaan jelek saya yang suka ngintip endingnya di episode terakhir nggak saya lakukan, bener2 saya tahan2in deh biar tetep penasaran. Endingnya? Hastagaaaaahhhh…. Nggak seru kalau saya ceritakan. Pokoknya, gimana yah, walaupun entah kenapa saya bisa menebak, tapi tetap benar2 mengguncang hati. Saya yang udah dari kemarin tamat nonton, sampai sekarang masih berasa gimanaaaaa gitu, masih terguncang dan membekas banget lah…

Salut banget sama Kimutaku yang bisa memerankan karakter Ryo yang “broken and twisted” dengan sangat keren sekali. Akashiya Sanma yang memerankan Dojima Kanzo juga pas banget. Di drama ini tidak ada karakter protagonis dan antagonis. Setiap orang memiliki sisi baik dan jahat masing2. Kanzo yang baik dan gentle, ternyata juga bisa berbuat kejam. Yuki, pacar Ryo yang obsesif dan jahat, ternyata hanyalah seorang cewek yang tidak pedean. Kalau Anda pengennya nonton drama yang berkisah sepasang kekasih yang romantis dan indah, jangan nonton ini. Tapi kalau suka cerita yang agak thrilling dan tragedi, drama ini menurut saya wajib tonton. Saya yang orangnya tidak mudah terpengaruh film ini saja emosinya bisa teraduk2 saat nonton. Mulai dari bahagia, sedih, deg2an, marah, sebel, mengalir bersama jalan ceritanya yang walau kompleks tapi enak dinikmati. Dan saya juga sempet nangis termehek2 lho (hihihihii.. malu), padahal nonton 1 Littre of Tears saya nggak nangis (ckckck, sungguh tak berperasaan). Jarang2 saya jatuh cinta sama dorama sampai kayak gini hehehehe… Emang sih drama ini usianya sudah tua banget (tahun 2002), tapi di tahunnya banyak memenangkan penghargaan termasuk best drama, best actor (kimutakuuuu :matabelo), dan masih ada beberapa lagi.

ryo dan yuko

Kalau review yang ada di sini, AnTok bilang “This series is like a speeding train with no brakes. You know there’s going to be a crash somewhere, but you’ve got to keep watching to see where the bodies fall.” Kalau si anoney bilang “While the opening episode is fairly slow compared to most, it does set an intriguing premise which I defy anyone not to want to investigate further. As you follow the plot’s progression through each episode, it just gets darker, grittier and more tragic. While the build-up tends to give away the tragic nature of the show at times (I didn’t have the ending completely pegged but it definitely wasn’t surprising save for a few points) the ending will still leave you choking and emotionally beat up.” Pas dah, bener banget kayak gitu yang saya rasain sekarang heuheuheuheu… Bakal jadi Unforgettable Drama I’ve Watched 🙂

Menurut wiki, tahun 2013 depan, si Penulis Kitagawa Eriko mau membuat sekuel drama ini tapi versi film. Ayo dong ada yang nonton, biar saya ada temennya cerita2 nih hehehe… Oiya, nemu streaming-nya di youtube, tapi masih episode 1, belum seru hehehe… Lanjutannya dicari sendiri ya 😛

Advertisements

8 thoughts on “A Million Stars Falling From The Sky

  1. bukan tipe film favorit saya sih, tapi setelah melihat pemain utamanya yang ganteng pisan, sepertinya saya akan mempertimbangkan kembali buat menontonnya.
    chachuuuu…. aku mau ngopyyyyy…

    • hihihihi, iya nih kan enak nonton bareng, nebak2 ceritanya bareng sambil minum es babel ya mel, hehehe…
      ntar kalo udah sama2 di jakarta yuuuuu… :kiss :kiss

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s