PHP, Friendzone, dan Kawan-Kawannya

Pernah nonton film He’s Just Not That Into You? Atau pernah baca bukunya? For us ladies, at least for me, that movie is a great help to understand what a man thinks about a woman. Bersamaan dengan maraknya curhat mengenai kasus2 digantungin atau bahasa kerennya di-PHP-in atau istilah lainnya on-the-hook yang terjadi di sekitar saya akhir2 ini, saya jadi teringat kembali pada film ini.

Selama ini wanita selalu terjebak memberikan nasehat dan pendapat yang positif kepada wanita lain tentang seorang pria, misalnya “Wah, pasti dia suka sama kamu tuh!” di saat temannya curhat tentang seorang pria yang sedang dekat dengannya. Kalimat seperti itu walaupun sepele, menurut saya dapat memberi kekuatan dan dorongan pada si teman yang curhat itu untuk meyakini bahwa perasaannya pada si pria berbalas. Dan dampaknya, akan timbul rasa geer yang berkepanjangan. Contoh situasinya seperti ini, tersebutlah seorang cewek dekat dengan seorang cowok. Si cewek secara perlahan menyukai si cowok karena menurutnya apa yang dilakukan si cowok ini menunjukkan perhatian kepadanya. Akhirnya dia mulai bertanya2 bagaimana perasaan si cowok ini, lalu lama2 bertanya2 kok si cowok nggak kunjung “nembak” dia. Kira2 begitulah. Nah, sahabatnya (yang juga cewek) biasanya memberi pikiran2 positif kepadanya, misalnya “Mungkin dia pemalu, nggak berani bilang sama kamu,” atau “Mungkin dia takut ditolak kali, makanya nggak nembak2”. Jarang kan yang bilang, “Dia tuh nggak suka sama kamu, makanya nggak nembak”. Kenapa? Karena kesannya kejam kan? Dengan berkata begitu kita pasti “menjatuhkan” perasaan dan kepercayaan diri sahabat kita. Jujur saja, saya juga nggak berani berkata seperti itu sama sahabat saya (Yayaya, malah curhat hahaha).

Tugas seorang sahabat di kondisi seperti itu berat loh. Kita harus bisa tetap netral, jangan meninggikan perasaan si sahabat, tapi jangan sampai menyakitinya juga. Apalagi kalau ternyata objek yang diincar adalah sahabat anda juga, yang dengan gamblangnya juga curhat mengenai perasaannya terhadap cewek lain. Nah lo, mau bilang apa coba sama sahabat cewek kita? Tegakah bilang, “Dia nggak suka sama kamu, tapi sukanya sama orang laiiiiin”. Sedangkan dia merasa menerima perhatian yang beda dari cowok itu karena mungkin sering main bareng, telpon, sms-an, cetingan, atau twit no mention yang bikin orang salah sangka. Ketika akhirnya kita berkata, “Yah, jangan terlalu mengharap deh, mendingan kamu cari yang lain aja, daripada nungguin cowok nggak jelas kayak gitu”. Fair kan ya? Hehehehe… Tapi dia berkata, “Nah, kamu mah enak udah punya pacar, udah pasti berbalas rasa sayangnya”. Haduh….

Trus gimana chu biar nggak geer sama cowok? Ya itu tadi, tontonlah film yang saya sebut di atas tadi, atau baca bukunya. Kalu saya sih prefer nonton filmnya hehehe… Disitu diceritakan tentang seorang cewek yang ngebet banget sama cowok, tapi nggak pernah diajak second date. Sampai akhirnya ada seorang cowok yang menjelaskan padanya kalau di mata cowok itu ada 2 macam cewek, the rule dan the exception. Kalau cowok ketemu the exception-nya, pasti bakal ngejar sampai dapat. Jadi, cewek itu nggak perlu ngejar2 dia. Ibarat lagunya SO7 yang Untuk Perempuan,

Tidaklah mawar hampiri kumbang
Bukanlah cinta bila kau kejar
Tenanglah tenang
Dia ‘kan datang
Dan memungutmu ke hatinya yang terdalam
Bahkan dia takkan bertahan tanpamu

Ecieeeeehhhh….. Kayaknya si chachu mantep banget dah urusan beginian. Sering di PHP-in ya? Ahahahahaha…. Nggaaaak!!! Saya pernah jadi pihak ter-friendzone, mem-friendzone, dan dicurhatin kedua belah pihak *eh*, hihihihi… Saya nonton film ini pas menjomblo, dan film-nya ngena banget buat saya. Secara sebelumnya saya pernah dipehapein, hahaha… Jadi semacam sadar, dan nggak ingin mengulangi kesalahan yang sama. Dan anehnya, nggak cuma cewek aja lho yang sering digantungin, cowok pun ternyata sering begitu juga. Semacam suka sama cewek, ceweknya bersikap baik tapi ternyata kita cuma friend aja beibeh. Selain itu, nggak selamanya pihak yang menggantungkan itu salah loh. Karena sering kejadian kia menganggap dia cuma teman baik, ternyata dia mengganggap lebih, sehingga semua perhatian yang kita beri sebagai teman itu dibaca lain sama dia.

Jadi apa sih chu intinya tulisan ini? Nggak tau juga sih, mungkin karena banyak hal2 semacam ini berputar di pikiran saya. Dan tambah juga kemarin habis mengobrol ngalur ngidul sama seorang teman cowok dengan tema “PHP, past and current events” hahahaha… Dan yang aneh adalah saya korban PHP dia semasa SMA, eciehhhhh curcol. Tapi kini kami berteman baik dan saya banyak belajar jalan pikiran cowok dari dia hohoho… Yasudah, intinya cuman sharing aja sih. Saya lagi geje. Terima Kasih šŸ˜›

PS: Kepada kamu, maaf saya berpura2 tidak tahu perasaannya. Seperti yang saya bilang tadi, menjadi pihak di tengah itu sulit bagi saya. Semangat ya, you’ll find your love *kiss*

Advertisements

6 thoughts on “PHP, Friendzone, dan Kawan-Kawannya

  1. hahahahaha.. mau dong kakak minta filmnya.. *salah fokus*
    teringat masa2 lalu pernah dan sering men-friend zone-kan orang.
    you know who ya chu… hihihihi.. :kiss

    • ahahahahaha, dasar kamu! *padahal podo wae* wkwkwkwk….
      yang penting kan sekarang sudah menikah ya cyiiiin šŸ˜€

      sini lah, tak kei film akeeeeeh hehehe

  2. aku udah nonton sih.. setahuku filmnya bagus.. tapi aku lupa ceritanya.. hahahha
    aku dulu termasuk yang kegeeran dan kepedean.,. untung aja bukan sekedar geer.. hehehhe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s