Ibu Manajer Keluarga Handal – Materi #6 Matrikulasi IIP

Disampaikan dalam kelas matrikulasi Institut Ibu Profesional batch 3 Tangsel, pada hari Selasa, 28 Februari 2016


IBU MANAJER KELUARGA HANDAL

Motivasi Bekerja Ibu

Ibu rumah tangga adalah sebutan yang biasa kita dengar untuk ibu yang bekerja di ranah domestik. Sedangkan Ibu Bekerja adalah sebutan untuk ibu yang bekerja di ranah publik. Maka melihat definisi di atas, sejatinya semua ibu adalah ibu bekerja yang wajib professional menjalankan aktivitas di kedua ranah tersebut, baik domestik maupun publik.
Apapun ranah bekerja yang ibu pilih, memerlukan satu syarat yang sama, yaitu kita harus “SELESAI” dengan management rumah tangga kita
Kita harus merasakan rumah kita itu lebih nyaman dibandingkan aktivitas dimanapun. Sehingga anda yang memilih sebagai ibu yang bekerja di ranah domestik, akan lebih professional mengerjakan pekerjaan di rumah bersama anak-anak. Anda yang Ibu Bekerja di ranah publik, tidak akan menjadikan bekerja di publik itu sebagai pelarian ketidakmampuan kita di ranah domestik.
Read More »

​Materi Matrikulasi IIP Batch #3 Sesi #5 Learning How to Learn

📝BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR📝

Bunda dan calon bunda yang selalu semangat belajar,
Bagaimana sudah makin mantap dengan jurusan ilmu yang dipilih? kalau sudah, sekarang mari kita belajar bagaimana caranya belajar. Hal ini akan sangat bermanfaat untuk lebih membumikan kurikulum yang teman-teman buat. Sehingga ketika teman-teman membuat kurikulum unik (customized curriculum) untuk anak-anak, makin bisa menerjemahkan secara setahap demi setahap karena kita sudah melakukannya. Inilah tujuan kita belajar.

Sebagaimana yang sudah kita pelajari di materi sebelumnya, bahwa semua manusia memiliki fitrah belajar sejak lahir. Tetapi mengapa sekarang ada orang  yg senang belajar dan ada yang tidak suka belajar.Read More »

NHW #5 Matrikulasi IIP: Learning How to Learn

DESAIN PEMBELAJARAN

What?

  1. Proses untuk menentukan metode pembelajaran apa yang paling baik dilaksanakan agar timbul perubahan pengetahuan dan keterampilan pada diri pembelajar ke arah yang dikehendaki (Reigeluth).
  2. Suatu proses desain dan sistematis untuk menciptakan pembelajaran yang lebih efektif dan efisien, serta membuat kegiatan pembelajaran lebih mudah, yang didasarkan pada apa yang kita ketahui mengenai teori-teori pembelajaran, teknologi informasi, sistematika analisis, penelitian dalam bidang pendidikan, dan metode-metode manajemen (Morisson, Ross&Kemp 2007).
  3. Praktik penyusunan media teknologi komunikasi dan isi untuk membantu agar dapat terjadi transfer pengetahuan secara efektif antara guru dan peserta didik. proses ini berisi penentuan status awal dari pemahaman peserta didik, perumusan tujuan pembelajaran, dan merancang “perlakuan” berbasis-media untuk membantu terjadinya transisi.

Read More »

Membuat Diorama Gunung Meletus

Z suka sekali membaca buku. hampir tiap hari dia minta dibacakan buku. Bulan lalu, saya dan Bapaknya Z membeli satu set ensiklopedia untuk anak. Mungkin sebenernya sosoknya buat anak usia SD kali ya, soalnya gambarnya kebanyakan serius, bukan dicartoonized. Maksudnya, nunjukin kambing ya gambarnya kambing beneran gitu, bukan gambar shaun the sheep, hahaha… Jadi setelah beli itu sempet khawatir juga kalo si bocah nggak akan tertarik. Apalagi temen kantor ada yang komentar, “Anak lo 3 tahun udah dibeliin buku begitu? Yaelah mana mauuuu…”. Hiks, pedih hati ini kak, langsung berasa kecekik banget (dompetnya, harganya lumayan bikin manyun hiks). Tapi ternyataaaaa…. Z sukaaaaaa…. Duh anak Ibuk emang ya, hihihihi… Jadi pengen beliin buku lagi hohoho… *minta dijitak suamih*.Read More »

NHW #4 Matrikulasi IIP

Seriously, NHW kali ini benar2 bikin saya merenung dan berpikir keras hehehe… Apa yang akan saya lakukan dimasa-masa mendatang? Sesungguhnya ilmu-ilmu yang saya peroleh dari matrikulasi IIP ini baru akan terasa masuk pada saat membuat NHW. NHW ini membuat tujuan dan langkah semakin terarah, jadi kalau nggak dilakukan ya wes, teronggok gitu aja deh ilmunya tanpa ada kemajuan.

*PLAK*

Dikeplak deh sama NHW hehehe…
Di sela2 mengerjakan tugas harian di kantor yang jadi ngak fokus karena jadi lebih banyak merenungi hidup, Bismillah…  Tulisan berikut dibuat dalam rangka memenuhi NHW #4, mungkin ke depannya akan banyak revisi karena ini adalah proses.

Read More »

Materi #4 Matrikulasi IIP: Mendidik Dengan Kekuatan Fitrah

Disampaikan oleh Fasilitator Kelas Matrikulasi Batch 3 Institut Ibu Profesional pada hari Selasa, 14 Februari 2017.

PROGRAM MATRIKULASI IBU PROFESIONAL SESI #4
MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FITRAH

Bunda, setelah kita memamahi bahwa salah satu alasan kita melahirkan generasi adalah untuk membangun kembali peradaban dari dalam rumah kita, maka semakin jelas di depan mata kita, ilmu-ilmu apa saja yang perlu kita kuasai seiring dengan misi hidup kita di muka bumi ini. Minimal sekarang anda akan memiliki prioritas ilmu-ilmu apa saja yang harus anda kuasai di tahap awal, dan segera jalankan, setelah itu tambah ilmu baru lagi. Bukan saya, sebagai teman belajar anda di IIP selama ini, maupun para ahli parenting lain yang akan menentukan tahapan ilmu yang harus anda kuasai, melainkan DIRI ANDA SENDIRIRead More »

DIY Salt Dough

Beberapa minggu yang lalu, Z lagi suka banget mainan play dough. Udah dibeliin yang sepaket sama es krim-es kriman, tapi lama2 habis jadi serpihan2 kecil dan mulai mengering.

Berhubung ibunya lagi rajin bikinin mainan, kepikiran lah buat bikin dough aja sendiri. Kebetulan pernah liat resepnya di indonesiamontessori.com dan gampil banget.Bahannya cuma tepung dan garam meja halus dengan perbandingan 2:1 ditambah air secukupnya yang sudah diberi pewarna dikit aja. Semuanya udah ada di rumah.

Di gramed, satu set fun-doh kecil isi 5 warna kalau nggak salah harganya 26ribu. Kalau bikin sendiri cencunya lebih ekonomis. Pake tepung (lupa harganya, pake stok dirumah segitiga biru buat bikin gorengan hahaha), garam refina 8ribu, plus pewarna lupa juga harganya. Menurut saya gapapa loh beli pewarna makanan ini, soalnya bisa dipake bikin banyak jenis mainan (dan makanan juga tentunyah!).

Kebetulan di rumah ada 4 pewarna makanan sisa dulu bikin finger paint: merah, kuning, ungu, hijau, dan satunya warna coklat hasil campuran berbagai warna yang ditetesin sembarangan sama Z hahaha…

photogrid_1486864067584.jpg

Giling giling giling, nggak punya rolling pin, botol asip adeknya pun bisa dipake hehehe…

photogrid_1486863922758.jpg

Ternyata ada cookie cutter juga dirumah. Hasil beli2 gelap mata yang nggak pernah dipraktekin hahaha… Lumayan bisa dipake main.

Setelah mainan, diajakin cuci sendiri mangkok-mangkok buat bikin adonan tadi, sekalian latihan practical life untuk montessori di rumah. Supeeeer happy!

Mainan ini bisa bikin anaknya anteng lamaaa tanpa gadget dan tv. Ya asal mau rempong dikit beberes setelahnya sih. Makanya saya cuma ngebolehin Z messy play kalo weekend pas saya di rumah. Jadi yang bersihin kami berdua, nggak ngerepotin budhe.

Setelah mainan, salt dough ini saya simpan di wadah tertutup, besoknya masih bisa dimainin lagi. Katanya kalo didiamkan di ruang terbuka bisa mengeras, tapi entah kenapa tulisan merah dan ikan ungu yang dibikin bapaknya Z malah berair, bukannya mengering. Yasudah deh jadinya kami tambahin tepung dan buat main lagi besoknya hehehe…

Cheers 😀